twitter



Aku adalah siswa SMA Negeri Bogor. Aku baru kelas X dan hari ini aku dan teman-teman sedang melakukan MOS. Disini aku dibimbing oleh kakak kelas untuk lebih mengenal sekitar lingkungan sekolah baruku. Pada masa MOS banyak sekali permainan yang diadakan para Osis. Aku sekolah disini bersama sahabatku dari Smp. Pada waktu MOS kami sekelas. Nama sahabatku adalah Fina. Setelah tiga hari melakukan MOS hatiku rasanya senang sekali karena akan melakukan aktifitas biasanya yang dilakukan siswa SMA. Pada hari Senin pun upacara beserta pembagian kelas. Aku dan Fina terpisah tidak satu kelas lagi. Meskipun tidak satu kelas aku dan Fina selalu berangkat bersama aku selalu menjemput Fina. Aku sudah 6 bulan bersekolah di situ.

Fina sering curhat kepada ku, bahwa dia ada perasaan dengan kakak kelas yang bernama Andri. Akupun selalu mendengar nasihat Fina, padahal aku sendiri juga ada perasaan dengan Andri. Tapi aku tidak pernah bercerita dengan Fina tentang perasaanku dendan Andri, karena aku ingin menjaga perasaan sahabatku.Setelah Fina curhat sama aku, beberapa minggu kemudian Andri menemuiku di kelas, aku pun kaget melihatnya. Andri meminta nomer hpku, akhirnya kamipun setiap hari sms an dan kamipun sering jalan berdua. Beberapa bulan kemudian Andri menyatakan cinta kepadaku. Akupun bingung karena sahabatku juga mencintainya. Akupun menjelaskan kepada Andri, bahwa aku juga mencintainya, tapi aku tidak bias menerima cintanya karena sahabatku juga mencintainya.”kalau aku menerimamu aku takut sahabatku merasa terhianati oleh ku”. Andri pun terdiam dan merasa kecewa oleh jawabanku.
 Pada waktu pulang sekolah Feni menghampiriku, dan dia mengajak berbicara empat mata kepadaku. Feni ternyata sudah mengetahui kalau aku juga mencintai Andri. Feni tau tentang hal tersebut karena Andri curhat kepadanya. Aku langsung diam dan merasa bersalah kepada Fina. Lalu Fina menatapku dan dia mengatakan ”jika kamu mencintai Andri terimalah cintanya, kamu tidak usah merasa bersalah kepadaku karena Andri tidak mencintaiku tetapi mencintaimu, aku bisa terima kok?”. Perasaanku pun campur aduk, dan aku memeluk Fani dan mengucapkan terima kasih.

0 komentar:

Poskan Komentar

Winnie The Pooh Glitter